Selasa, 17 Mei 2011

Ngeseks saat hamil, amankah?

Kumpulan artikel seks | konsultasi seks | pendidikan seks | posisi seks kamasutra
Pages

* Beranda

Senin, 16 Mei 2011
Ngeseks saat hamil, amankah?
Bila tidak ada riwayat apapun, boleh berhubungan intim. Hanya jangan terlalu hot, santai saja.

KEGIATAN bercinta pasangan suami istri (pasutri) saat sang istri hamil tua dengan kondisi perut membesar sering berbeda dari sebelumnya. Hal ini terjadi lantaran timbulnya perasaan takut yang sebetulnya tak beralasan. Mengapa?

Kekhawatiran itu sebenarnya terjadi karena perasaan tidak nyaman terhadap kondisi perut pihak istri yang membesar. Nyatanya, berhubungan seks saat hamil tidak menimbulkan masalah. Demikian seperti okezone lansir dari The Sun, Selasa (23/2/2010).

Tidak ada bahaya dari aktivitas seks hingga akhirnya menyebabkan keguguran, kelahiran prematur, atau komplikasi lainnya. Satu-satunya pengecualian adalah jika letak plasenta tidak normal (plasenta previa), terutama jika terjadi pendarahan selama kehamilan. Dalam kondisi tersebut, dokter akan menyarankan Anda dan pasangan untuk tidak dulu berhubungan seks sampai akhirnya persalinan.

Obstetrician-Gynaecologist Siloam Hospital dr Hendro Sudarpo SpOG memaparkan, berhubungan intim boleh saja ketika hamil, tetapi ada syaratnya. Ketika hamil, berhubungan intim boleh, asal jangan ada riwayat abortus sampai usia kandungan menginjak 16 minggu, kata dr Hendro kepada okezone saat acara forum media online di Kafe Betawi, Senayan City, Jakarta, beberapa waktu lalu.

Ditambahkan oleh dokter berkulit putih ini, hubungan seksual saat hamil tetap boleh dilakukan. Tapi, pastikan setiap aksi Anda dan pasangan dilakukan dengan hati-hati. Bila tidak ada riwayat apapun, boleh berhubungan intim. Hanya jangan terlalu hot, santai saja, tegasnya.
(ftr)

Sumber : www.okezone.com
«
»
Beranda
Lihat versi web
Didukung oleh Blogger

3 komentar:

  1. Memberantas Jengger Ayam

    September 22, 2007 oleh seksfile

    Saya ingin menanyakan apakah condyloma acuminata bisa sembuh total? Virus HPV yang menyebabkan kutil kelamin yang berada di tubuh apakah benar-benar bisa dibasmi total sehingga tidak akan pernah muncul lagi?

    Donny, Surabaya



    Virus golongan papova yang menyebabkan penyakit kondiloma akuminata akan menyebabkan muncul bentukan berbentuk benjol-benjol di daerah kelamin, modelnya menyerupai bunga kol, merah, konsistensinya agak lunak, tampak seperti jengger ayam jago.



    Umumnya, hanya orang dewasa yang terserang penyakit ini, bisa pria maupun wanita. Daerah organ kelamin dengan kebersihan yang kurang serta cenderung lembab merupakan faktor yang memengaruhi terkenanya penyakit ini. Bentukan yang timbul karena penyakit ini hanya menyerang di bagian permukaan kulit, (superficial) sehingga pengobatan yang tuntas dimungkinkan.



    Saat ini, pengobatan yang dilakukan antara lain “membakar” bentukan abnormal karena penyakit tersebut, dengan kimia menggunakan obat. Yaitu. tincture pedofilin yang penggunaannya dengan cara diteteskan. Atau dengan menggunakan energi listrik (elektrokauterisasi). Agar penyakit tidak muncul lagi setelah tindakan pengobatan, yaitu menghilangkan faktor yang menyebabkan penyakit mudah muncul (predisposisi) serta menjaga agar stamina tubuh tetap prima.



    Untuk penderita yang belum dikhitan dan mempunyai kulit khatan panjang sehingga sulit membersihkan smegma yang ada di leher penis, sebaiknya melakukan khitan. Keadaan daerah kelamin yang lembab dan basah menjadikan penyakit senang tumbuh di daerah tersebut. Ukuran kondiloma umumnya sebesar beras dan banyak, tetapi ada juga kondiloma yang sangat besar bahkan sampai melebihi ukuran penis (disebut giant condyloma acuminata).



    Untuk menjaga kebersihan organ kelamin dari lembab, ada dua komponen yang berpengaruh yaitu faktor endogen dan eksogen. Faktor endogen atau faktor bawaan yaitu individu yang memiliki kelenjar keringat lebih banyak di daerah organ vital sehingga cenderung lebih sering lembab dan basah. Maka untuk menjaga kebersihan daerah organ vital perlu lebih khusus. Faktor eksogen antara lain, kegemukan dan penyakit metabolik yang memudahkan mikroorganisme tumbuh di daerah organ vital misalnya kencing manis.



    Kalau kegemukan, usahakan menurunkan berat badan, sedangkan jika karena penyakit metabolik maka perawatan dan pengobatan terhadap penyakit penyerta perlu dilakukan. Faktor lain yang sering menyebabkan daya tahan tubuh kurang baik yaitu stress psikologis. Tidur terganggu, bahkan setelah bangun tidur badan masih terasa lelah. Keadaan tersebut jika berkelanjutan dapat menyebabkan daya tahan tubuh menurun, kemudian penyakit infeksi akan mudah diderita.



    Pengguaan suplemen untuk membantu menjaga agar daya tahan tubuh tetap prima sebaiknya diupayakan. Untuk lebih baiknya pengobatan, mungkin perlu konsul ke dokter ahli kulit dan kelamin.

    Dr dr Hudi Winarso SpAnd Mkes

    BalasHapus
  2. Jengger Ayam saat Hamil

    September 22, 2007 oleh seksfile

    Saya ibu 30 tahun dengan satu anak dan sedang hamil 6 bulan. Pada bulan kelima kehamilan, saya mengidap penyakit kelamin “jengger ayam”. Kata dokter, sebenarnya penyakit tersebut bisa langsung dioperasi (cutter). Tapi, karena saya hamil dokter tidak mau mengambil resiko.

    Alasannya, takut terjadi kontraksi, apalagi kandungan saya masih berusia 5 bulan. Sampai sekarang, virus tersebut sudah menyebar hingga mulut luar kelamin. Lantaran hal ini, saya pernah mengalami flek selama 3 hari. Dokter saya bilang itu akibat virus. Saya diberi antibiotik.

    Yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit kelamin itu bisa menular dan menyebabkan cacat bayi? Apakah salep (Clinovir Cream Acyclovir 5 persen) bisa membantu mengurangi penyebaran yang terjadi. Kapan sebaiknya saya dioperasi? Sesudah atau sebelum melahirkan (saya melahirkan dengan ceasar)? Sebaiknya di bulan ke berapa? Kenapa virus itu muncul? Apakah suami saya bisa tertular juga? Masih bisakah saya berhubungan intim dengan suami?
    Erri, Sidoarjo

    Condiloma acuminata adalah penyakit kulit yang betuknya menyerupai jenger ayam. Memang benar, penyakit itu disebabkan oleh virus dan dimasukkan ke dalam golongan penyakit kelamin. Jika ukurannya masih kecil bisa diberi obat tetes, yaitu tinctura pedefili.

    Cara pemberiannya harus beberapa kali sehingga sedikit demi sedikit akan hilang. Namun, jika ukurannya besar sebaiknya dilakuan couther (pembakaran). Prosedur pembakaran harus dilakukan pembiusan. Karena ibu masih hamil maka tindakan itu mempunyai risiko terjadinya kontraksi. Namun tentunya, sudah harus diantisipasi untuk menghadapi hal tersebut.

    Sebab, jika tidak dilakukan sekarang, condiloma-nya semakin membesar dan hal ini akan menyiksa Ibu. Karena itu sebaiknya saat condiloma ditemukan, sudah harus dipikirkan untuk dihilangkan. Baik dengan obat tetes jika kecil dan operasi bila sudah besar.
    Jika condiloma hilang dan dinyatakan sembuh, maka masih bisa melakukan persalinan pervaginam asal jarak antara pecah ketuban dengan persalinan tidak lebih 6 jam.
    Sebenarnya, bahayanya bukan saat kehamilan. Namun, saat proses persalinan. Apalagi persalinan normal dikuatirkan akan menyebabkan penyebaran di mulut bayi dan mempunyai resiko terjadinya papiloma laring. Yaitu sejenis tumor jinak yang tumbuh disaluran pernafasan bagian atas. Bahaya papiloma laring adalah bisa terjadi penyumbatan pada seluruh nafas tersebut. Jika sampai terjadi penyumbatan total maka sangat mengancam keselamatan bayi.

    Tentang salep anti virus (acyclovir) sepemahaman saya kurang memberikan manfaat pada kasus seperti Ibu tersebut. Pada kondisi seperti Ibu sebaiknya tidak melakukan hubungan seksual. Sebab selain bisa menulari suami, juga bisa melukai condiloma-nya. Karena condiloma sifatnya sangat rapuh.

    Dr Budi Santoso SpOg

    BalasHapus
  3. Mengenali Sperma Subur

    September 22, 2007 oleh seksfile

    Saya pria 20 tahun. Belakangan saya jarang onani. Tapi, akhir-akhir ini, saat mimpi basah, air mani yang keluar hanya sedikit. Seminggu kemudian, saat onani, air mani yang keluar juga sedikit, namun tetap kental.

    Yang ingin saya tanyakan, adakah yang salah dengan kondisi saya ini, Dok. Apakah sperma saya tetap bisa membuahi dengan baik? Adakah obat yang dapat mengembalikan volume air mani? Mohon solusinya.
    NN, Surabaya

    Sperma disebut baik jika memenuhi persyaratan dari aspek makroskopis dan mikroskopis. Secara makroskopis maksudnya dapat terlihat mata, sedangkan mikroskopis maksudnya yang teramati dengan bantuan alat mikroskop.

    Secara makroskopis disebut baik jika volumenya lebih dari 2 ml dalam sekali ejakulasi, berwarna agak keputihan, terdapat gumpalan seperti jelly yang disebut koagulum, dan baunya khas seperti kaporit.

    Jika volumenya kurang dari 2 ml saat ejakulasi, mungkin, itu karena ejakulasi yang tidak sempurna, misalnya, karena cemas. Namun, bila volume saat ejakulasi selalu sedikit (kurang dari 2 ml), mungkin ada masalah hormonal, yaitu kadar testoteron yang rendah atau kurang.

    Jika sperma berwarna kemerahan, mungkin ada perdarahan. Sedangkan, sperma yang berbau tidak seperti seharusnya, misalnya, jadi amis, mungkin karena ada infeksi.
    Dalam proses keluarnya sperma (ejakulasi), lazimnya, setelah sperma yang cair keluar kemudian secara berurutan koagulum mengalir, tampilannya seperti jelly. Cairan yang keluar awal, secara mikroskopis, banyak mengandung sel sperma (spermatozoa). Koagulum berisi zat gula (fruktosa) yang berfungsi sebagai sumber energi spermatozoa.

    Selain tampilan sperma secara makroskopis, hasil pemeriksaan secara mikroskopis lebih menentukan kondisi kualitas kesuburan sperma. Tiga parameter penting yang menentukan kualitas sperma secara mikroskopis adalah konsentrasi spermatozoa, bentuk normal spermatozoa, dan kemampuan gerak spermatozoa.

    Jika dalam pemeriksaan laboratoris didapatkan konsentrasi spermatozoa lebih dari 20 juta sel benih dalam tiap ml cairan sperma, konsentrasi sperma baik. Selanjutnya, apabila spermatozoa yang ada lebih 50 persen mampu bergerak cepat dan lebih 50 persen punya bentuk sel normal, morfologi dan motilitas spermatozoa baik. Sperma bisa disebut baik – normozoospermia atau kemungkinan besar subur- jika hasil analisa sperma menunjukkan secara mokroskopis dan mikroskopis baik. Istilah “kemungkinan besar subur” maksudnya, bila tidak ada masalah dengan pasangan, istri Anda akan segera hamil jika Anda menikah.

    Dalam beberapa kasus ada juga, sperma baik dan istri tidak ada masalah. Tetapi, begitu sperma ada dalam organ reproduksi wanita, spermatozoa tidak bisa bergerak dan mati. Kemajuan teknologi bidang reproduksi saat ini banyak memberi harapan untuk bisa memberikan solusi (*)

    Dr dr Hudi Winarso MKes

    BalasHapus